

Jam menunjukan pukul 11.00 siang OTL, semua keluargaku udah siap di dalam sebuah mikrolet mini, aku meraih tas kecilku yang berisi obat demam dan sakit kepala dan berkas – berkas pendaftaran ku sambil menuju ke mobil taft 4 x 4 yang udah usang milik keluarga ku, bokap gw udah siap di dalamnya dan membukakan pintu depan bagiku, oh...Tuhan apa ini mimpi, apakah aku harus pergi? Dengan acara seperti ini tampaknya aku nggak mau pergi......!!, namun semuanya sudah menjadi takdir, ini adalah jalan hidupku yang telah dipersiapkan oleh Yang Kuasa yang harus ku tempuh oleh diri ku sendiri....., mobil dan mikrolet mini mulai melaju perlahan keluar pagar, aku menatap rumahku, halaman – halaman, pepohonan untuk terakhir kalinya..... aku mencoba menguatkan hatiku untuk menerima kenyataan ini, aku harus meraih cita – citaku dan menyenangkan keluarga ku dan kembali untuk mengabdi kepada tanah air tercintaku, di satu pihak aku harus meninggalkan seorang gadis yang sangat aku sayangi. Perjalanan menuju airport memakan waktu 45 menit, yah...memang tempat tinggalku jauh dari airport kok....
Airport Comoro sudah tampak di depan mata, semua penumpang yang berangkat pada waktu yang sama pun udah mulai berkumpul dan checking. Aku beranjak turun, dengan sebuah tas yang terkulai di bahuku, semua barang – barangku diturunkan dari mikrolet mini, semua keluargaku pun menunggu di luar bandara Comoro, aku langsung checking di agen pesawat merpati kira – kira lima belas menit. Checking udah usai, aku keluar dari tempat checking dan berkumpul bersama lagi dengan keluarga aku. Kakak perempuanku dan adik – adiku sedang asyiknya menunjuk kesana kemari sambil tertawa kecil, nyokap – bokap dan kakek gw pun sedang asyik ngobrolnya, aku mulai melirikan mataku untuk mencari dan menantikan sms darinya seperti janjinya. 15 menit udah berlalu jam di hpku telah menunjukan pukul 12.15 menit. Aku terus melirik kesana-sini untuk mencari tapi tak ada sesosok gadis Nina pun disitu, waktu terus berlalu, para penumpang pun terus berdatangan tapi sosok seorang Nina belum juga tampak di depan mata. Sedang cemas – cemasnya melirikan mata, bokap gw mulai mengejek aku “ Gus, o buka se? O hein ema ruma karik? Keta halo o hein o nia amor karikkk....”!!!, sahutku “ hissshhh pae deit sa, ema la hein tan buat ida boot ne'e mos par arbiru!!!” , “ Entaun be ohin, o hare tun sa'e ne'e o buka se??? Khan buka ema ida too”!!! , tambah bokap gw, aku pun menepisnya lagi :” Lae ida sa pae, be Aviao tun ona k seidauk eh??? ”, tanya aku sambil berusaha mengalihkan pembicaraan dan jawab bokapku lagi:” Ora- oras tan atu tun ona sa” .
Suasana obrolan aku dengan nyokap – bokap dan kakek gw udah berlangsung lama, namun ianya tak kunjung datang, pesawat yang nantinya akan membawaku pun udah mendarat. Tinggal 15 menit lagi aku bakalan stand by di ruang tunggu, aku berpura – pura mengerakkan badanku agar tak diketahui oleh bokapku tuk mencari...namun malang nasibku ianya mengikari janji ia tak datang, tiba – tiba operator bandara mengumumkan agar semua penumpang segera berkumpul di ruang tunggu, aku terus melirik sana – sini namun tak juga melihat dia......tibalah saatnya kini, aku pamit pada kedua orangtuaku, kakekku, kakak dan adik – adiku untuk terakhir kalinya, mereka melepaskan kepergiannku, aku pun melirik keluar untuk terakhir kalinya sambil melangkahkan kakiku ke dalam ruang tunggu, sesaat kemudian aku telah siap di ruang tunggu, aku nggak tahu mengapa suasana hatiku sangat berat tuk pergi .....aku berusaha memusatkan perhatianku pada hal – hal lain, tapi aku nggak bisa, aku menghadapi dua event yang sama besar beratnya yaitu meninggalkan sebuah keluarga yang sangat ku cintai dan si dia yang sangat kusayangi.....aku sempat menitikan air mata ketika aku mulai beranjak keluar dari waiting room menuju lapangan penerbangan....aku menaiki tangga yang telah dipersiapkan menuju arah pintu pesawat boeing tersebut....dan....dan.. aku membalikan badan untuk sekejap menoleh ke arah kerumunan para pengantar untuk kali terakhirnya ....aku melambaikan tanganku dan langsung memasuki pintu pesawat, aku terdiam dan terpaku di dalam kursi pesawatku, ...sekali lagi aku teringat akan janjinya untuk mengantar dan smsin aku......ternyata si dia telah ngingkar janji...tapi di satu pihak aku sangat memahami dirinya, mungkin dia sangat mencintai aku, atau mungkin dia nggak mampu melepaskan kepergianku....namun andainya dia disini ingin ku katakan pada dia bahwa :” O hein hau ok, hau pasti sei fila ba o, hau janji katak so o mesak deit i hau sei fila ba o, fiar hau rona...!!! ” tapi nyatanya dia tak datang, sesaat aku merasakan roda pesawat mulai bergerak ..menandakan bahwa sebentar lagi pesawat akan take off..., 2 menit kemudian pesawat telah take off, aku benar – benar telah meninggalkan everything...everthing..di negeriku ini.....Operator pesawat sempat mengumumkan bahwa para pembawa hp diharapkan mematikan hpnya karena bisa menggangu sistim komunikasi pesawat, namun aku tak menghiraukannya, aku hanya akan mematikan hpku bila sinyal satelit di hpku udah menghilang......3 menit di udara aku mendengar nada dering messageku berdering, oh Tuhan apakah itu dia......aku merogoh kantongku dan mengeluarkan hpku, oh my God ternyata ini message dari dia...aku bergegas membuka message tersebut dan membaca isi message tersebut katanya:” Sorry, hau sengaja lakohi lori o ba, coz hau lakohi atu hein no hope buat 1 nb mk la pasti, so la'o didiak deit n i hope u can achieve ur dreams n make ur family happy. If loron 1 u back lalika buka hau ona tanba krk hau ema seluk nian ona . Nina.” Betapa kagetnya aku melihat messagenya ini, selama ini aku hanya menerima pesan – pesanya yang mengandung makna cinta, selama ini aku sangat menghargai dan mencintai dia, tapi detik ini aku sadar bahwa, dia hanyalah seorang pecundang cinta nggak mampu menghadapi kenyataan hidup......aku langsung mengnon aktifkan hpku....dan memusatkan perhatianku pada perjalananku aku mencoba mengalihkan pikiranku ke persiapan – persiapan kuliahku di negeri seberang nanti....karena aku juga nggak mau hal ini dapat menganggu studiku dan mengecewakan keluarga aku karena selama ini aku telah mencoba mengatasi kedua hal ini, namun aku harus merelakan satunya, yaitu aku harus merelakan cintaku. Namun beberapa saat kemudian aku sadar bahwa aku juga nggak boleh membiarkannya menunggu akan suatu harapan yang tak pasti.........Bila suatu saat aku telah meraih harapanku dan kembali aku tak akan menganggumu lagi, aku tak akan called dan smsin kamu lagi seperti yang dulu....lebih baik aku kembali sebagai the winner karena aku telah meraih cita – citaku ......yeah...cita – citaku...” good bye doben”... !!!
by Marciano ((MXZ) Zamaica Boys 3rd personnel)